Tampilkan postingan dengan label Radio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Radio. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Oktober 2017

Radio Selau Dihati

gambar by: romelteamedia.com

Assalamu'alaikum ya akhi ya ukhti,
Pernah ngedengeri radio? pernah curhat ke radio? atau pernah rekues lagu dan ngirim salam lewat radio? Pernah dong.. hehe.
Radio memang Selalu Dihati ya, walau sekarang sudah banyak media pengganti tapi radio tetap bisa menghibur para pendengarnya. Apalagi yang punya radio kesukaan. Jadi pendengar setianya. Wah heboh deh pokoknya kalau ngomongin tentang Radio.

Menjadi Penyiar Radio juga seneng banget kalau ada banyak pendengar yang aktif dan setia menyimaknya. Walau hanya denger suara entah tahu orangnya atau tidak, tetap saja suka. Iya apa iya?.

Baik, berikut ini adalah beberapa peran radio untukku dan mungkin kalian juga merasakan, hehe :

  • Menjadi Teman saat suntuk dirumah
  • Menjadi tempat curhat pas mood lagi nggak enak
  • Menjadi salah satu alternatif untuk penghantar tidur (tapi kalau aku kebanyakan malah nggak jadi ngantuk karena seneng nyimaknya)
  • Menjadi media informasi
  • Bisa meramaikan suasana saat hening atau nggak ada teman dirumah ataupun tempat kerja.
  • Dan banyak lainnya.
Demikian postingan tentang Radio Selalu Dihati kali ini. Semoga bisa bermanfaat ya.
Salam Syammir! :D

Selasa, 09 Mei 2017

Sejarah Radio

gambar by solopos.com

Assalamu'alaikum ya akhi ya ukhti, kali ini ane mau share tentang Sejarah Radio. Pasti sudah tak asing lagi mendengar kata radio. Bahkan dirumah ada lbih dari satu radio. Walau teknologi sekarang semakin canggih. Tapi takbisa dipungkiri bahwa Radio ini masih terbilang banyak penggemarnya. termasuk ane, xixixi.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia,
Sejarah radio adalah sejarah teknologi yang menghasilkan peralatan radio yang menggunakan gelombang radio. Awalnya sinyal pada siaran radio ditransmisikan melalui gelombang data yang kontinyu baik melalui modulasi amplitudo (AM), maupun modulasi frekuensi (FM). Metode pengiriman sinyal seperti ini disebut analog. Selanjutnya, seiring perkembangan teknologi ditemukanlah internet, dan sinyal digital yang kemudian mengubah cara transmisi sinyal radio

Radio AM (modulasi amplitudo) bekerja dengan prinsip memodulasikan gelombang radio dan gelombang audio. Kedua gelombang ini sama-sama memiliki amplitudo yang konstan. Namun proses modulasi ini kemudian mengubah amplitudo gelombang penghantar (radio) sesuai dengan amplitudo gelombang audio.

Radio FM (modulasi frekuensi) bekerja dengan prinsip yang serupa dengan radio AM, yaitu dengan memodulasi gelombang radio (penghantar) dengan gelombang audio. Hanya saja, pada radio FM proses modulasi ini menyebabkan perubahan pada frekuensi.


Dari bagibagiilmu.hol.es,
Melalui situsnya dijelaskan bahwa RRI atau Radio Republik Indonesia secara resmi didirikan pada tanggal 11 September 1945, oleh para tokoh yang sebelumnya aktif mengoperasikan beberapa stasiun radio Jepang di 6 kota. Rapat utusan 6 radio di rumah Adang Kadarusman, Jalan Menteng Dalam, Jakarta, menghasilkan keputusan mendirikan Radio Republik Indonesia dengan memilih Dokter Abdulrahman Saleh sebagai pemimpin umum RRI yang pertama. Rapat tersebut juga menghasilkan suatu deklarasi yang terkenal dengan sebutan Piagam 11 September 1945, yang berisi 3 butir komitmen tugas dan fungsi RRI yang kemudian dikenal dengan Tri Prasetya RRI.

Penghapusan Departemen Penerangan oleh Pemerintah Presiden Abdurahman Wahid dijadikan momentum dari sebuah proses perubahan government owned radio ke arah Public Service Boradcasting dengan didasari Peraturan Pemerintah Nomor 37 tahun 2000 yang ditandatangani Presiden RI tanggal 7 Juni 2000. Saat ini RRI memiliki 52 stasiun penyiaran dan stasiun penyiaran khusus yang ditujukan ke Luar Negeri dengan didukung oleh 8500 karyawan.

Kecuali di Jakarta, RRI di daerah hampir seluruhnya menyelenggarakan siaran dalam 3 program yaitu Programa daerah yang melayani segmen masyarakat yang luas sampai pedesaan, Programa Kota (Pro II) yang melayani masyarakat di perkotaan dan Programa III (Pro III) yang menyajikan Berita dan Informasi (News Chanel) kepada masyarakat luas. Di Stasiun Cabang Utama Jakarta terdapat 6 programa yaitu programa I untuk pendengar di Propinsi DKI Jakarta Usia Dewasa, Programa II untuk segment pendengar remaja dan pemuda di Jakarta, Programa III khusus berita dan Informasi, Programa IV Kebudayaan, Programa V untuk saluran Pendidikan dan Programa VI Musik Klasik dan Bahasa Asing. Sedangkan “Suara Indonesia” (Voice of Indonesia) menyelenggarakan siaran dalam 10 bahasa.

Nah, bagaimana? sekarang sudah tahu kan tentang sejarah radio? ane ucapin syukron katsiron ya akhi ya ukhti sudah mampir ke blog ane. dan semoga bermanfaat. Aamiin.
Salam Syammir!



Sumber:
wikipedia
bagibagiilmu.hol.es,